|
Ditulis oleh Admin
|
|
Selasa, 02 Pebruari 2010 09:12 |
Kram kaki pada ibu hamil sering timbul dimalam hari. Bagi yang pernah mengalami pasti tahu betul gimana rasanya kram (cramp) dan setelah serangannya, nyeri yang timbul bisa menetap sampai saat bangun pagi.
Wanita hamil lebih sering mengalami kram, diduga karena kelelahan otot didaerah kaki yang harus menahan beban berat tubuh yang bertambah. Hal ini diperberat lagi oleh aliran darah dari kaki yang tidak lancar akibat terbendung oleh pembesaran rahim. (Sering juga mengakibatkan pembuluh vena di kaki melebar). Ada pendapat yang mengatakan kram ini terjadi akibat kekurangan kalsium dan kalium serta kelebihan Fosfor, untuk itu tidak ada salahnya mengkonsumsi kalsium dan kalium serta menghindari fosfor (minuman bersoda, snack ringan).
Berikut adalah usaha yang dapat dilakukan guna mengurangi terjadinya kramp:
- Hindari berdiri ataupun duduk dengan melipat kaki dalam jangka waktu yg lama.
- Lakukan peregangan (stretching) betis dan kaki pada saat siang hari dan sebelum tidur.
- Putar-putar pergelangan kaki dan goyangkan ibu jari kaki pada saat duduk.
- Usahakan melakukan olahraga jalan tiap hari, minimal 10 menit.
- Berbaring dengan posisi miring kiri guna memperlancar aliran darah balik.
- Istirahat jika kelelahan dan angkat / tinggikan kaki jika mungkin.
- Pakai stoking khusus hamil.
- Mandi air hangat untuk merelaksasikan otot kaki sebelum tidur.
- Banyak minum air putih.
- Makan suplemen hamil yang mengandung magnesium.
|
|
Update terakhir ( Selasa, 02 Pebruari 2010 10:05 )
|
|
|
Ditulis oleh Admin
|
|
Selasa, 26 Januari 2010 11:16 |
Gejala nyeri perut, migrain, atau mood swing, biasanya hanya terjadi menjelang menstruasi, atau sering kita sebut sebagai Pre Menstrual Syndrome. Ketika berbagai rasa nyeri itu masih terasa saat menstruasi tiba, itulah yang kita sebut dengan dysmenorrhea. Terminologi ini mengacu pada rasa sakit dan nyeri di awal menstruasi. Umumnya terjadi dua hari pertama saat datang bulan.
Dysmenorrhea disebabkan adanya kontraksi atau gerakan otot-otot rahim yang kuat. Pada sebagian perempuan, rasa nyeri bisa sangat hebat, bisa pula amat ringan. Perempuan dengan dysmenorrhea yang hebat, kemungkinan besar memproduksi banyak prostaglandin di dalam rahimnya. Prostaglandin menyebabkan otot-otot rahim bergerak lebih kuat dan sering, sehingga menyebabkan turunnya aliran darah ke dalam rahim. Akibatnya syaraf-syaraf di rahim jadi lebih sensitif terhadap rasa nyeri.
|
|
Update terakhir ( Selasa, 26 Januari 2010 11:39 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< [Awal] < << 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >> > [Akhir] >>
|
|
Halaman 4 of 14 |