6 Makanan Ini Bisa Jadi Tameng dari Kanker Usus Besar

Spread the love
Rate this post

6 Makanan Ini Cegah Kanker Usus Besar, Penyakit yang Mulai Banyak Intai Gen Z

Jakarta – Kanker usus besar atau kanker kolorektal kini tak lagi identik dengan usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penyakit ini dilaporkan semakin banyak terjadi pada kelompok usia muda, termasuk generasi Z. Pola makan rendah serat, tinggi makanan olahan, serta gaya hidup minim aktivitas fisik disebut menjadi faktor pemicu utama.

Para ahli kesehatan menekankan bahwa perubahan pola makan menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan risiko kanker usus besar. Berikut enam jenis makanan yang dinilai dapat membantu menjaga kesehatan usus dan mengurangi risiko penyakit tersebut.

1. Buah dan Sayuran Utuh

Buah dan sayuran kaya akan serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Serat membantu melancarkan pencernaan dan mempercepat pembuangan zat sisa yang berpotensi berbahaya dari dalam usus.

Beberapa contoh yang dianjurkan antara lain apel, jeruk, pisang, beri-berian, brokoli, bayam, wortel, kol, dan tomat. Konsumsi beragam warna buah dan sayur setiap hari dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung keseimbangan bakteri baik di usus.

2. Biji-bijian Utuh

Biji-bijian utuh seperti gandum utuh, oat, beras merah, quinoa, dan barley mengandung serat tinggi yang bermanfaat bagi sistem pencernaan. Serat dari biji-bijian membantu proses fermentasi oleh bakteri baik di usus, menghasilkan senyawa yang dapat menjaga kesehatan lapisan usus besar.

Mengganti nasi putih atau roti putih dengan versi gandum utuh menjadi langkah sederhana yang bisa diterapkan dalam pola makan sehari-hari.

3. Protein dari Daging Tanpa Lemak dan Ikan

Protein tetap dibutuhkan tubuh, namun pemilihannya perlu diperhatikan. Daging tanpa lemak seperti ayam tanpa kulit dan ikan lebih dianjurkan dibandingkan daging merah atau daging olahan.

Ikan seperti salmon, tuna, dan sarden mengandung asam lemak omega-3 yang memiliki sifat antiinflamasi. Sebaliknya, konsumsi daging merah dan olahan secara berlebihan diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.

4. Produk Susu Rendah Lemak

Susu, yogurt, dan keju rendah lemak mengandung kalsium yang diyakini dapat membantu melindungi usus besar. Kalsium bekerja dengan cara mengikat zat-zat tertentu dalam saluran cerna yang dapat merusak lapisan usus.

Namun, konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, terutama bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa.

5. Kacang-kacangan (Legum)

Kacang merah, kacang hitam, lentil, dan kedelai merupakan sumber serat dan protein nabati yang baik. Kandungan nutrisinya membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus serta mendukung sistem pencernaan yang sehat.

Legum juga memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol berat badan, salah satu faktor risiko kanker usus besar.

6. Kacang dan Biji (Nuts)

Almond, kenari, pistachio, dan kacang mete mengandung lemak sehat, antioksidan, serta serat. Kandungan tersebut berperan dalam mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan usus secara keseluruhan.

Konsumsi dalam porsi wajar sebagai camilan sehat dapat menjadi alternatif pengganti makanan ringan tinggi gula dan lemak jenuh.


Gen Z Perlu Lebih Waspada

Meningkatnya kasus kanker usus besar pada usia muda menjadi peringatan bahwa gaya hidup modern berpengaruh besar terhadap kesehatan jangka panjang. Selain memperbaiki pola makan, para ahli juga menyarankan untuk rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, membatasi konsumsi alkohol, serta menghindari rokok.

Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan juga penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker kolorektal.

Perubahan kecil dalam pola makan sehari-hari dapat menjadi investasi besar bagi kesehatan usus di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *