Jangan Anggap Sepele! Sahur Mi Instan Bisa Bikin Puasa Berat

Spread the love
Rate this post

Jakarta – Sahur mepet waktu imsak sering membuat banyak orang memilih menu praktis seperti mi instan. Tinggal rebus, campur bumbu, dan dalam hitungan menit makanan siap disantap. Namun, apakah sahur hanya dengan mi instan cukup untuk menjaga energi tubuh selama puasa seharian?

Berikut penjelasan mengenai dampaknya bagi tubuh saat berpuasa.


Kandungan Gizi Mi Instan: Praktis tapi Minim Nutrisi

Mi instan umumnya tinggi karbohidrat olahan dan natrium (garam), namun rendah serat, vitamin, dan protein. Dalam satu bungkus mi instan, kandungan natrium bisa mencapai hampir setengah dari kebutuhan harian orang dewasa.

Karbohidrat sederhana memang cepat memberikan energi. Namun, karena rendah serat dan protein, energi tersebut juga cepat habis.


Cepat Lapar dan Lemas di Siang Hari

Saat puasa, tubuh membutuhkan asupan yang dapat bertahan lama sebagai sumber energi. Karbohidrat sederhana pada mi rebus cepat dicerna dan diserap tubuh, sehingga kadar gula darah naik dengan cepat lalu turun kembali dalam waktu singkat.

Akibatnya, seseorang bisa merasa:

  • Cepat lapar

  • Lemas sebelum waktu berbuka

  • Sulit berkonsentrasi

Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas, terutama bagi pekerja dan pelajar.


Lebih Mudah Haus Saat Puasa

Tingginya kandungan garam dalam mi rebus dapat memicu rasa haus berlebih. Natrium bekerja dengan menarik cairan dalam tubuh. Ketika asupan cairan terbatas selama puasa, efek ini bisa membuat tenggorokan terasa kering lebih cepat.

Beberapa orang juga mengeluhkan sakit kepala ringan akibat dehidrasi ringan di siang hari.


Risiko Gangguan Lambung

Bagi yang memiliki riwayat maag atau asam lambung sensitif, konsumsi mi rebus instan saat sahur bisa memicu ketidaknyamanan seperti:

  • Perut kembung

  • Mual

  • Perih di lambung

Hal ini karena mi rebus termasuk makanan olahan dengan kadar lemak tertentu dan bumbu yang cukup kuat.


Boleh Saja, Asal Tidak Jadi Kebiasaan

Ahli gizi menyarankan agar sahur tetap mengandung komponen gizi seimbang: karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cairan yang cukup. Jika terpaksa mengonsumsi mi instan, ada beberapa cara untuk membuatnya lebih sehat:

  • Tambahkan telur, ayam, tahu, atau tempe sebagai sumber protein

  • Masukkan sayuran seperti sawi, wortel, atau bayam

  • Kurangi penggunaan bumbu instan untuk menekan asupan garam

  • Minum air putih yang cukup sebelum imsak


Kesimpulan

Sahur hanya dengan mi instan memang praktis dan tidak langsung berdampak buruk jika dilakukan sesekali. Namun, bila menjadi kebiasaan selama Ramadan, risiko cepat lapar, lemas, dan dehidrasi akan lebih besar.

Memilih menu sahur yang lebih seimbang dapat membantu tubuh tetap bertenaga hingga waktu berbuka, sehingga ibadah puasa bisa dijalani dengan lebih optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *