Fakta-fakta Standar “Manis” Terbaru di Thailand, Resmi Turun Jadi 50 Persen
Bangkok — Pemerintah Thailand resmi menetapkan perubahan standar tingkat kemanisan pada minuman siap saji. Kini, level “manis normal” diturunkan menjadi 50 persen dari takaran gula sebelumnya. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan konsumsi gula berlebih di masyarakat.
“Manis Normal” Kini Hanya Setengah Takaran Lama
Jika sebelumnya label “normal” berarti menggunakan 100 persen takaran gula resep standar. Kini tanpa permintaan khusus dari pelanggan, minuman akan otomatis dibuat dengan setengah kadar gula.
Artinya, konsumen yang memesan minuman tanpa menyebut tingkat kemanisan akan menerima versi 50 persen gula sebagai default baru.
Langkah Strategis Tekan Konsumsi Gula
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti obesitas dan diabetes. Berdasarkan berbagai laporan kesehatan, konsumsi gula masyarakat Thailand tergolong tinggi dan melampaui anjuran harian.
Sebagai perbandingan, World Health Organization (WHO) merekomendasikan konsumsi gula tambahan dibatasi sekitar 5–10 persen dari total asupan energi harian, atau setara kurang lebih 6 sendok teh per hari untuk orang dewasa.
Berlaku di Kedai Kopi dan Minuman Populer
Standar baru ini diterapkan pada berbagai gerai minuman, termasuk kedai kopi, teh susu, hingga minuman kekinian yang populer di kalangan anak muda.
Sebagai ilustrasi, segelas kopi ukuran 16 oz yang sebelumnya dapat mengandung lebih dari 7 sendok teh gula, kini pada level “normal” hanya mengandung sekitar 3–4 sendok teh gula.
Konsumen Tetap Punya Pilihan
Meski standar default berubah, pelanggan tetap bisa memilih tingkat kemanisan sesuai selera, mulai dari 0 persen (tanpa gula), 25 persen, 75 persen, hingga 100 persen.
Dengan demikian, kebijakan ini tidak melarang konsumsi gula sepenuhnya, melainkan mengubah pilihan awal menjadi lebih sehat.
Strategi “Nudging” untuk Ubah Kebiasaan
Pendekatan yang digunakan dikenal sebagai strategi nudging atau dorongan perilaku. Pemerintah tidak membatasi secara ketat, tetapi mengubah pengaturan awal agar masyarakat secara bertahap terbiasa dengan rasa yang tidak terlalu manis.
Para pakar kesehatan menilai, perubahan preferensi rasa dapat terjadi dalam beberapa minggu jika konsisten diterapkan.
Harapan Jangka Panjang
Dengan turunnya standar “manis normal” menjadi 50 persen, Thailand berharap angka konsumsi gula nasional dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
