Astronaut Artemis II “Lupa” Cara Jalan usai 10 Hari di Luar Angkasa, Kok Bisa?
Misi Artemis II dan Kondisi Astronaut
Misi Artemis II yang dijalankan oleh NASA menjadi salah satu langkah penting dalam program kembali ke Bulan. Namun, menariknya, para astronaut yang kembali ke Bumi setelah sekitar 10 hari di luar angkasa dilaporkan mengalami kesulitan berjalan seperti biasa.
Fenomena ini bukan hal baru dalam dunia antariksa, tetapi tetap menarik perhatian publik karena dampaknya yang cukup signifikan pada tubuh manusia.
Pengaruh mikrogravitasi pada Tubuh
Di luar angkasa, tubuh manusia berada dalam kondisi mikrogravitasi atau hampir tanpa gravitasi. Dalam kondisi ini, otot dan tulang tidak bekerja seperti di Bumi karena tidak perlu menahan beban tubuh.
Akibatnya, otot-otot, terutama di kaki dan punggung, menjadi melemah. Setelah kembali ke Bumi, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan gaya gravitasi.
Sistem Keseimbangan Ikut Terganggu
Selain otot, sistem keseimbangan tubuh yang berada di telinga bagian dalam juga ikut terpengaruh. Di luar angkasa, otak menerima sinyal yang berbeda karena tidak ada “atas” dan “bawah” seperti di Bumi.
Ketika kembali, otak perlu menyesuaikan ulang persepsi tersebut, sehingga astronaut bisa merasa pusing, goyah, bahkan kesulitan berdiri dan berjalan.
Kenapa Terasa Seperti “Lupa Jalan”?
Istilah “lupa jalan” sebenarnya bukan berarti benar-benar lupa, melainkan tubuh kehilangan koordinasi yang biasa digunakan sehari-hari.
Otot yang melemah, ditambah sistem keseimbangan yang belum stabil, membuat gerakan sederhana seperti berjalan terasa asing dan sulit dilakukan.
Proses Pemulihan Setelah Mendarat
Setelah kembali ke Bumi, astronaut biasanya menjalani program rehabilitasi khusus. Program ini meliputi:
- Latihan kekuatan otot
- Terapi keseimbangan
- Adaptasi kembali terhadap gravitasi
Dalam beberapa hari hingga minggu, sebagian besar astronaut akan kembali normal, tergantung kondisi fisik masing-masing.
Upaya Pencegahan Selama di Luar Angkasa
Untuk meminimalkan efek tersebut, astronaut tetap melakukan olahraga rutin selama berada di luar angkasa. Mereka menggunakan alat khusus seperti treadmill dan sepeda statis yang dirancang untuk kondisi mikrogravitasi.
Latihan ini bertujuan menjaga kekuatan otot dan kesehatan tulang selama misi berlangsung.
Penutup
Fenomena astronaut yang kesulitan berjalan setelah kembali dari luar angkasa adalah dampak alami dari adaptasi tubuh terhadap mikrogravitasi. Meski terdengar ekstrem, kondisi ini biasanya bersifat sementara dan dapat dipulihkan.
Hal ini sekaligus menunjukkan betapa luar biasanya tantangan yang dihadapi manusia dalam menjelajahi luar angkasa.
