Makin Ngetren di Anak Muda, BPOM Ingatkan Efek Serius Gas Tertawa ke Saraf
Fenomena penggunaan “gas tertawa” atau nitrous oxide kian marak di kalangan anak muda. Zat yang awalnya digunakan untuk keperluan medis, terutama sebagai anestesi ringan, kini disalahgunakan sebagai sarana rekreasi karena efek euforia singkat yang ditimbulkannya. Namun, tren ini memicu kekhawatiran serius dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
BPOM mengingatkan bahwa penggunaan nitrous oxide secara sembarangan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, khususnya pada sistem saraf. Meski sering dianggap “aman” karena efeknya cepat hilang, penggunaan berulang dalam dosis tinggi berpotensi menyebabkan kerusakan saraf yang serius dan bahkan permanen.
Efek Euforia yang Menyesatkan
Gas tertawa dikenal memberikan sensasi ringan, seperti rasa melayang, tawa tanpa sebab, hingga halusinasi singkat. Efek ini membuatnya populer di berbagai pesta atau tongkrongan anak muda. Sayangnya, banyak pengguna yang tidak menyadari bahwa di balik efek tersebut terdapat risiko kesehatan yang signifikan.
Menurut BPOM, nitrous oxide dapat mengganggu penyerapan vitamin B12 dalam tubuh. Kekurangan vitamin ini berhubungan langsung dengan gangguan sistem saraf, seperti mati rasa, kesemutan, hingga gangguan koordinasi tubuh.
Risiko Kerusakan Saraf
Penggunaan jangka panjang atau dalam jumlah besar dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius, seperti neuropati perifer—kerusakan saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Gejala yang muncul bisa berupa kelemahan otot, kesulitan berjalan, bahkan kelumpuhan dalam kasus ekstrem.
Selain itu, penggunaan gas tertawa dalam ruang tertutup tanpa ventilasi yang baik juga berisiko menyebabkan kekurangan oksigen (hipoksia), yang dapat berujung pada kehilangan kesadaran hingga kematian.
Mudah Didapat, Sulit Dikontrol
Salah satu faktor yang membuat penyalahgunaan gas ini meningkat adalah kemudahan akses. Nitrous oxide banyak dijual dalam bentuk tabung kecil atau cartridge yang awalnya ditujukan untuk kebutuhan industri makanan, seperti pembuatan whipped cream.
BPOM menilai perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi produk ini agar tidak disalahgunakan. Edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, juga menjadi langkah penting untuk menekan tren berbahaya ini.
Imbauan untuk Masyarakat
BPOM mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan nitrous oxide di luar keperluan medis atau industri yang sesuai. Orang tua dan lingkungan sekitar juga diharapkan lebih waspada terhadap pergaulan remaja serta tren yang berkembang di media sosial.
Kesadaran akan bahaya gas tertawa perlu ditingkatkan agar generasi muda tidak terjebak dalam tren sesaat yang dapat membawa dampak jangka panjang bagi kesehatan mereka.
