Hati-hati! 7 Hal Ini Bisa Bikin Otak Cepat “Menciut” hingga Demensia Usia Muda
Jakarta – Penyusutan otak atau atrofi otak bukan hanya terjadi pada lansia. Sejumlah penelitian menunjukkan gaya hidup tidak sehat dan kondisi medis tertentu dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif, bahkan memicu demensia di usia produktif. Demensia usia muda sendiri merujuk pada gangguan kognitif yang muncul sebelum usia 65 tahun.
Berikut tujuh faktor yang perlu diwaspadai karena dapat membuat otak lebih cepat “menciut”.
1. Kurang Tidur Kronis
Tidur berperan penting dalam proses perbaikan sel dan pembuangan zat sisa di otak. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat mengganggu konsentrasi, memori, hingga mempercepat penurunan fungsi kognitif. Orang dewasa disarankan tidur 7–9 jam per malam untuk menjaga kesehatan otak.
2. Pola Makan Tinggi Gula dan Makanan Olahan
Konsumsi gula berlebih dan makanan ultra-proses dapat memicu peradangan kronis serta resistensi insulin. Kondisi ini berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif. Sebaliknya, pola makan kaya sayuran, buah, ikan, kacang-kacangan, dan lemak sehat lebih dianjurkan untuk menjaga fungsi otak.
3. Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari atau jarang bergerak dapat menurunkan aliran darah ke otak. Padahal, aktivitas fisik membantu merangsang pertumbuhan sel saraf dan menjaga volume area otak yang berperan dalam memori. Olahraga aerobik minimal 150 menit per minggu sangat direkomendasikan.
4. Stres Berkepanjangan
Stres kronis dapat meningkatkan kadar hormon kortisol. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi merusak bagian otak yang mengatur memori dan emosi. Teknik relaksasi seperti meditasi, olahraga ringan, dan manajemen waktu dapat membantu menurunkan risiko tersebut.
5. Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebihan
Paparan zat beracun dari rokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak pembuluh darah otak. Kerusakan ini meningkatkan risiko gangguan kognitif dan demensia lebih dini.
6. Isolasi Sosial
Kurangnya interaksi sosial juga dikaitkan dengan penurunan fungsi otak. Aktivitas sosial dan stimulasi mental—seperti membaca, belajar keterampilan baru, atau berdiskusi—dapat membantu membangun cadangan kognitif.
7. Penyakit Kronis yang Tidak Terkontrol
Hipertensi, diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi yang tidak dikelola dengan baik dapat merusak pembuluh darah otak. Kerusakan ini meningkatkan risiko demensia vaskular serta gangguan kognitif lainnya.
Demensia Bisa Terjadi di Usia Muda
Beberapa jenis demensia dapat muncul sebelum usia 65 tahun, termasuk Alzheimer dan Frontotemporal Dementia. Gejalanya dapat berupa gangguan memori, perubahan perilaku, kesulitan berbahasa, hingga penurunan kemampuan mengambil keputusan.
Para ahli menekankan pentingnya deteksi dini. Jika mengalami keluhan seperti mudah lupa berlebihan, perubahan kepribadian drastis, atau kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke tenaga medis.
Langkah Pencegahan Sejak Dini
Menjaga kesehatan otak bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti tidur cukup, rutin berolahraga, mengelola stres, menjaga pola makan sehat, aktif bersosialisasi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kesadaran dan perubahan gaya hidup sejak usia muda menjadi kunci untuk mencegah otak “menciut” lebih cepat dan menurunkan risiko demensia di kemudian hari.
