
Jakarta – Telat bangun sahur menjadi salah satu tantangan yang sering dialami saat bulan puasa. Waktu yang mepet kerap membuat sebagian orang memilih tidak sahur sama sekali. Padahal, ada sejumlah trik sahur kilat yang jarang diketahui namun tetap efektif membantu tubuh kuat berpuasa seharian.
Berikut beberapa cara praktis yang bisa dilakukan saat waktu sahur tinggal hitungan menit.
Prioritaskan Air dan Elektrolit
Ketika waktu sangat terbatas, hal paling utama adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi. Minum satu hingga dua gelas air putih bisa membantu mencegah dehidrasi sepanjang hari.
Sebagian ahli gizi juga menyarankan menambahkan sedikit garam atau madu ke dalam air untuk membantu menjaga keseimbangan elektrolit. Cara ini dinilai lebih efektif dibanding hanya minum air putih biasa, terutama jika tubuh mudah lemas saat puasa.
Kurma dan Air, Kombinasi Cepat Penuh Energi
Mengonsumsi kurma saat sahur bukan hanya praktis, tetapi juga kaya manfaat. Cukup tiga butir kurma dan segelas air sudah cukup menjadi “penyelamat” ketika telat bangun.
Dalam tradisi Islam, sahur dengan kurma juga dicontohkan oleh Muhammad. Kurma mengandung gula alami, serat, serta mineral yang cepat diubah menjadi energi oleh tubuh.
Pilih Makanan Tinggi Serat dan Lemak Sehat
Jika masih memiliki waktu sekitar lima menit, pilih makanan yang bisa dikonsumsi tanpa proses memasak lama. Contohnya:
-
Pisang dan satu sendok selai kacang
-
Roti gandum dengan telur rebus (jika sudah tersedia)
-
Oat instan yang cukup diseduh air panas
Kombinasi karbohidrat kompleks, serat, dan lemak sehat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama dibandingkan makanan tinggi gula sederhana.
Smoothie Cepat 60 Detik
Bagi yang memiliki blender, membuat smoothie bisa menjadi solusi tercepat. Campurkan pisang, susu, madu atau kurma, dan sedikit oat. Proses kurang dari satu menit, minuman ini sudah mengandung karbohidrat, protein, dan serat dalam satu sajian praktis.
Hindari Kopi dan Teh Saat Waktu Mepet
Meski banyak orang terbiasa minum kopi atau teh saat sahur, minuman berkafein justru dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan memicu rasa haus lebih cepat. Saat bangun terlambat, sebaiknya fokus pada air putih dan makanan bergizi terlebih dahulu.
Jika Waktu Tinggal Sangat Singkat
Dalam kondisi benar-benar terdesak, minum air dan berniat puasa dalam hati tetap menjadi pilihan minimal yang bisa dilakukan. Sahur memang sangat dianjurkan, namun niat menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah puasa.
Antisipasi Agar Tidak Terulang
Agar kejadian telat bangun tidak terulang, beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan seperti memasang lebih dari satu alarm, tidur lebih awal, serta menyiapkan makanan sahur sederhana sejak malam hari.
Dengan strategi yang tepat, telat bangun sahur bukan lagi alasan untuk melewatkan asupan penting sebelum berpuasa. Kuncinya adalah memilih makanan praktis, bergizi, dan tetap memperhatikan kebutuhan cairan tubuh agar tetap bertenaga hingga waktu berbuka.